Darimana Perhitungan Tambahan 21% di Hotel dan Restoran?

Bagi penikmat kuliner atau yang punya hobi traveling mungkin tidak asing dengan istilah service & tax saat makan di restoran hotel berbintang. Pada umumnya kita akan dikenakan tambahan biaya sebesar 21% atau sering juga ditulis dengan ++ (plus plus). Sebagian dari pasti bertanya-tanya kenapa harus ada tambahan 21%. Kenapa tidak nett saja? Darimana sebenarnya angka 21% ini muncul?

Service (Jasa/Pelayanan)

Komponen service adalah biaya pelayanan yang dibebankan kepada pelanggan sebagai biaya jasa pelayanan selama tamu atau pelanggan berada di hotel tersebut. Besaran biaya service pada umumnya sebesar 10% dari harga jasa atau produk yang diberikan.

Service ini nantinya akan dikumpulkan oleh manajemen selama satu bulan kemudian dibagikan di bulan berikutnya berdasarkan Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

Secara normatif, uang jasa pelayanan ini akan dibagikan kepada karyawan hotel sebesar 95% karena 2% dialokasikan sebagai dana kegiatan karyawan dan 3% dialokasikan sebagai dana cadangan hilang dan kerusakan (Loss & Breakage).



Tax (Pajak)

Pajak yang dimaksud disini adalah Pajak Pembangunan disebut juga PB1. Bukan PPN. Semua hal mengenai PB1 diatur oleh Perda di daerah masing-masing. Besaran PB1 adalah 10% dari harga pokok ditambah service atau 11% dari harga pokok.

Contoh perhitungan:

Kita membeli makanan seharga Rp. 100.000,++ maka pada akhirnya kita akan membayar sebesar Rp. 121.000, nett karena adanya biaya service & tax tadi. Berikut perhitungannya:

Harga pokok:                                               100.000,-

Service:                         10% x 100.000 =    10.000

Pajak PB1: 10% x (100.000 + 10.000) =    11.000

Total:                                                     Rp. 121.000,00

 

Semoga cukup jelas ya. Happy Traveling…

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *